Obrolan Seputar Pertengahan Sya’ban

images4.jpg

Syekh Hur Al-Amili ra salah seorang pembesar syiah menukil sebuah hadis, bahwa Imam Shadiq as bersabda:

“Pada suatu malam dimana pada malam itu Al-Qaaim (laqab Imam Zaman af) dilahirkan, tidak ada bayi yang dilahirkan pada malam itu kecuali ia akan menjadi seorang mukmin, dan jika dilahirkan di negara kafir, maka Allah SWT  akan memindahkannya menuju keimanan dengan berkat Imam Mahdi af.”[1]

 Pada malam pertengahan Sya’ban dianjurkan membaca do’a ziarah Imam Husain as dan ziarah Imam Zaman af, Imam Shadiq as bersabda:  “Malam pertengahan Sya’ban Adalah sebaik-baiknya malam setelah malam Lailatul Qadar, dan mendirikan sholat dua Rakaat pada malam pertengahan Sya’ban setelah mendirikan shalat isya sangat dianjurkan, tata caranya adalah sebagai berikut: Pada rakaat pertama setelah membaca surah Alfatehah, membaca surah Al-kafirun dan pada rakaat kedua setelah membaca surah Alfatehah, membaca surah Al-ihlas. 

Mandi dan menghidupkan malam ini dengan beribadah, memiliki keutamaan yang sangat besar, dan malam ini memiliki kedudukan yang mulia di sisi Allah SWT, karena Imam Zaman telah dilahirkan  pada waktu sahurnya, sehingga menambah keagungan dan kemeriahan malam yang mulia ini.

Selain itu dalam beberapa riwayat dikatakan bahwa malam pertengahan Sya’ban ini adalah malam Lailatul Qadar dan malam pembagian rizki dan umur, sebagian riwayat lagi dikatakan bahwa malam pertengahan Sya’ban adalah malam para Imam dan malam Lailatul Qadar adalah malam Rasulullah SAWW.  

Di antara keutamaan yang ada pada malam ini adalah bahwa malam ini salah satu malam khusus untuk membaca do’a ziarah Imam Husain as, karena dikatakan bahwa pada malam ini seratus ribu nabi-semoga sholawat serta salam tercurah pada mereka semua- berziarah ke haram Imam Husain as. Dan salah satu sholat sunnah  yang tercantum dalam riwayat dan dianjurkan untuk dilaksanakan pada malam ini adalah sholat dua rakaat yang pada setiap rakaatnya setelah membaca surah Alfatehah, membaca surah Al-ihlas sebanyak seratus kali. 

Telah dinukil bahwa Rasulullah saww bersabda:           

“Malam pertengahan Sya’ban aku bermimpi malaikat Jibril turun dari langit menghampiriku dan berkata: Wahai Muhammad apakah kamu hendak tidur pada malam seperti ini? Aku katakan padanya: malam ini malam apa? Ia menjawab: Malam ini adalah malam pertengahan Sya’ban, bangunlah dan akupun dibangunkan dan dibawa ke perkuburan Baq’i.Kemudian Jibril berkata: Angkat kepalamu, karena pada malam-malam ini Allah membuka pintu-pintu rahmatNya di langit untuk hamba-hambaNya. Begitu pula terbuka pintu surga, pintu ampunan, pintu keutamaan, pintu taubat, pintu kenikmatan, pintu kedermawanan dan kebajikan, serta pintu kebaikan. Allah SWT pada malam ini  membebaskan para pendosa sebanyak bulu-bulu hewan dan binatang, dan menentukan batas akhir setiap usia, serta membagi rizki dalam satu tahun juga menentukan apa saja yang akan terjadi dalam satu tahun. Wahai Muhammad! Seseorang yang bertakbir, bertasbih, dan bertahlil pada malam ini, memanjatkan do’a, mendirikan sholat dan membaca Al-Quran, taat, patuh dan tunduk serta memohon ampun keharibaan Allah, Ia SWT  akan menempatkan orang tersebut ke surga sebagai rumah dan penginapannya, dan Ia SWT akan mengampuni dosa-doasnya yang telah berlalu  dan di masa mendatang… Wahai Muhammad! Hidupkanlah malam ini dan perintahkan kepada umatmu untuk menghidupkan malam ini dan bergegaslah mereka dengan amalan ini mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena malam ini adalah malam yang sangat mulia.” 

Salah satu amalan pada malam ini juga adalah membaca do’a Kumail dalam keadaan sujud, diriwayatkan dari Kumail(Ibnu Ziyad) bahwa Imam Ali as membaca do’a ini dalam keadaan sujud.[] 

(Dinuklil dari kitab Hadzrate Mahdi Furug va Tobone veloyat, karya Muhammad Muhammadi Isytihardi)          


[1] Taudzih Al-Maqasid  Syekh Bahai, Hal, 533

2 Tanggapan ke “Obrolan Seputar Pertengahan Sya’ban”


  1. 1 handaga Mei 3, 2008 pukul 6:44 pm

    (1)
    Saya tertarik terhadap tema ini karena di dalam budaya jawa terdapat satu kebiasaan yang dilakukan di bulan Syaban yang sampai saat ini masih banyak dilakukan, yaitu RUAH-AN … yang saya ketahui pada bulan Syaban, kaum muslimin (jawa khususnya), beramai-ramai berziarah ke makam-makam saudaranya. Apakah budaya ini ada hubungannya dengan tema di atas?

    (2)
    Jika Doa Kumail harus dibaca sambil sujud, berarti doa tersebut harus di hapalkan dulu sebelum dapat melakukannya. Dua Kumail merupakan doa yang tidak pendek (menurut saya) dan bagi kebanyakan orang cukup sulit untuk dapat menghafalnya. Bisakah amalan tersebut dilakukan dengan bantuan alat elektronik seperti MP4 atau ‘player’ lainya?

  2. 2 haidaryusuf Mei 4, 2008 pukul 12:53 pm

    Salam,
    Pastinya saya ga tau apakah ritual budaya itu ada kaitannya dengan pembahasan yang saya bawakan diatas apa tidak, namun yang jelas adalah bahwa pertengahan Syaban adalah hari yang baik. Dengan demikian perbuatan baik apapun yang dilakukan pada hari dan malam pertengahan bulan Syaban adalah baik dan besar pahalanya.
    Kenapa tidak?! Bisa saja hal itu dilakukan dengan bantuan elektronik, tapi dengan syarat harus juga kita mengikuti bacaan yang dibacanya. Wassalam.


Tinggalkan Balasan