Sekilas Tentang Masjid Suci Jamkaran

Syekh Hasan bin Mitslih Jamkarani mengatakan:”Di malam selasa tanggal 17 bulan Ramadhan tahun 373 hijriyah, saat aku tidur di rumah, tiba-tiba aku dibangunkan oleh sekelompok orang yang berbondong-bondong datang menuju rumahku, seraya berteriak-teriak: bangkit dan sambutlah kedatangan Imam dan pemimpinmu beliau menanti dan menunggu kehadiranmu”mereka membawaku menuju tempat yang sekarang menjadi masjid Jamkaran, saat aku tiba di sana aku melihat sebuah tempat duduk dengan permadani yang terhampar luas, di atasnya seorang pemuda berumur sekitar 30 tahunan

 ___________________________

Sekilas Tentang Masjid Suci Jamkaran

Katakan kepada masyarakat untuk mencintai dan nmemuliakan tempat suci ini (Masjid Jamkaran). [1]

Masjid Jamkaran terletak tak jauh dari kota suci Qom, hari demi hari tempat yang satu ini  selalu menyambut para penziarahnya yang datang tidak hanya dari seluruh penjuru Negeri Mullah Iran bahkan dari berbagai pelosok dunia. Masjid ini mendapat perhatian yang istimewa dari Imam Zaman as. Beliau sendiri mengharap para syiahnya untuk memuliakannya, karena tanah ini adalah tanah yang mulia yang dipilih oleh Allah SWT.

Oleh karena itu tidak berlebihan jika para penziarah menikmati dan merasakan berkah tempat ini melebihi tempat-tempat yang lain, dan hendaknya para penziarah tidak kehilangan rasa khusu’nya akibat masalah-masalah sepele dan sampingan. Dan yang lebih penting mereka harus sadar dan merasa kalau sedang berada di hadapan dan pantauan Imam Zaman as, begitu juga seyogyanya mereka menjauhi perbuatan-perbuatan  yang dapat menyakiti hati lembut beliau as.

Perlu disebutkan di sini bahwa para ulama dan pecinta beliau telah mereguk anugerah dan berkah yang tidak sedikit dari masjid suci ini. Oleh karena itu pergunakanlah detik demi detik yang penuh berharga di tempat ini dengan munajat dan doa, dan jangan sampai lupa untuk memperbanyak doa kemunculan beliau. Karena tanpa diragukan lagi segala problematika akan segera lenyap jika beliau as berkenan muncul di atas dunia.

Asal Muasal Pembangunan Masjid Suci Jamkaran

Syekh Hasan bin Mitslih Jamkarani mengatakan:”Di malam selasa tanggal 17 bulan Ramadhan tahun 373 hijriyah, saat aku tidur di rumah, tiba-tiba aku dibangunkan oleh sekelompok orang yang berbondong-bondong datang menuju rumahku, seraya berteriak-teriak: bangkit dan sambutlah kedatangan Imam dan pemimpinmu beliau menanti dan menunggu kehadiranmu”mereka membawaku menuju tempat yang sekarang menjadi masjid Jamkaran, saat aku tiba di sana aku melihat sebuah tempat duduk dengan permadani yang terhampar luas, di atasnya seorang pemuda berumur sekitar 30 tahunan dengan ditemani seorang tua yang dia adalah Hidhir as sedang duduk dan menunggu kedatanganku, Hidhir as memerintahkanku untuk duduk. Saat aku duduk Imam Mahdi as memanggil namaku dan bersabda: pergi dan katakan pada Hasan Muslim (ia seorang petani yang bercocok tanamdi tempat tersebut) untuk tidak lagi bercocok tanam di sini, karena Alah SWT telah memilih tempat ini dari tempat-tempat yang lain. Aku memberanikan diri untuk bertanya: wahai Imam perlukah aku membawa bukti dan tanda, karena aku takut masyarakat tidak akan mempercanyai ucapanku. Imam menjawab: kerjakanlah apa yang telah aku perintahkan tadi, nanti aku sendiri yang akan memberikan tanda bukti tersebut, dan lagi katakan pula kepada Sayyid Abul-Hasan (salah satu ulama kota qom saat itu) untuk memanggil Hasan Muslim dan mengambil keuntungan beberapa tahun cocok tanamnya yang diperolehnya dari tanah ini, dan katakan padanya untuk membangun sebuah masjid dengan keuntungan tersebut. Saat aku ingin melangkahkan kaki, terdengar beliau as memanggilku kembali seraya bersabda:”beli dan bawalah seekor kambing di daerah kasyani lalu semebelihlah dan sedekahkan dagingnya kepada orang-orang sakit, dan insya Allah setiap orang sakit yang memakan daging tersebut akan disembuhkan oleh Allah SWT.

Hasan bin Mitslih Jamkarani berkata:”aku kembali ke rumah, sepanjang malam aku tidak dapat tidur, sampai azan subuh menjelang, aku pergi menemui Ali al-Mundir dan kuceritakan peristiwa yang menimpaku tadi malam padanya, ku bawa dia menuju tempat kejadian yang ternyata di sana terdapat rantai di area yang harus dibangun sebuah masjid.

Kemudian aku pergi ke kota Qom  untuk menemui Sayyid Abu-Hasan, ketika aku hampir mengetuk rumahnya, pelayannya muncul dan bertanya padaku: apakah tuan berasal dari Jamkaran? Aku mengiyakan pertanyaanya tersebut, diapun menimpali jawabannku: oh ya tuan, sayyid sudah dari tadi subuh menanti kedatngan tuan. Tanpa pikir panjang aku memasuki rumah sayyid, di sana aku dihormati olehnya dengan penghormatan yang luar biasa, dia berkata; wahai Hasan bin Mitslih dalam tidurku aku mendengar suara seseorang yang berkata: ada seseorang dari Jamkaran akan datang menemuimu, percayailah apa yang dia katakan, ucapannya adalah ucapanku juga dan jangan sekali-sekali engkau menolak ucapannya. Semenjak aku terjaga sampai sekarang tidak merasa ngantuk lagi dan selalu ku nanti kedatanganmu. Saat itu aku melihat waktu yang amat tepat untuk memberitahukan peristiwa tadi malam yang aku alami. Sepeontan setelah mendengar ceritaku, sayyid memerintahkan untuk mengantarkanku ke peternakan Ja’far kasyani, saat aku tiba di sana ada sebuah kambing yang berlari menuju ke arahku, Ja’far mengatakan kalau kambing tersebut bukan miliknya dan belum pernah dilihatnya sebelumnya, al-hasil ku bawa kambing tersebut ke area masjid lalu ku sembelih di sana kemudian aku laksanakan perintah Imam untuk membagikan dagingnya kepada para orang yang sakit yang dengan inayah Allah SWT akhirnya mereka semua sembuh dari penyakit yang mereka derita.

Abul-hasan mendatangkan Hasan Muslim dan meminta keuntungan pertaniannya selama ini untuk dana pembangunan. Kemudian rantai dan paku-paku yang berserakan di sana dibawanya ke Qom, dan berkah Allah SWT setiap orang sakit yang diolesi rantai tersebut sembuh dari sakitnya. Sayang seiring dengan kematian sayyid Abul-Hasan rantai tersebut juga lenyap dan tidak ada satu orangpun yang melihatnya lagi.

Dirangkum dari buku Najmu Tsaqib halaman 383-388

Shalat Imam Zaman as

Katakan kepada masyarakat untuk mencintai dan nmemuliakan tempat suci ini – Masjid Jamkaran-, dan kerjakannlah shalat  4 rakaat di sana.

Dua Rakaat Pertama

Dengan niat shalat tahiyatul masjid di masing-masing rakaat setelah selesai membaca surat Fatihah bacalah surat Ikhlas sebanyak 7 kali, dan di setiap ruku’ dan sujud bacalah tasbih sebanyak 7 kali.

Dua Rakaat Kedua

Dengan niat shalat untuk Imam Zaman as, di saat membaca surat al-Fatihah dan ketika sampai pada ayat اياك نعبد و اياك نستعين hendaknya ayat ini diulang sebanyak 100 kali, lalu melanjutkan sisa ayat surat Fatihah, kemudian membaca surat Ikhlas sekali, lalu dalam ruku’ membaca سبحان ربى العظيم و بحمده sebanyak 7 kali, kemudian sujud dengan membaca سبحان ربى الاعلى و بحمده juga sebanyak 7 kali, dan begitulah rakaat kedua juga kita ulang hal yang sama. Saat shalat selesai hendaknya membaca لا اله الا الله sekali lalu membaca tasbih Fatimah Zahra’ lalu sujud dan membaca shalawat kepada nabi dan keluarganya sebanyak 100 kali.

Kemudan Imam bersabda: barangsiapa menunaikan 2 rakaat tersebut di tempat ini, maka dia seperti melakukannya di dekat ka’bah mukaramah. (Site Imam Mahdi)

_______________

[1] Dipetik dari sabda Imam Mahdi as kepada Hasan bin Mitslih Jamkarani

7 Tanggapan ke “Sekilas Tentang Masjid Suci Jamkaran”


  1. 1 luthfis November 8, 2007 pukul 2:32 am

    semoga kita bisa berziarah kesana…

  2. 2 haidaryusuf November 10, 2007 pukul 4:51 pm

    Salam,
    Saya doakan Semoga seluruh ikhwan terkhusus antm dapat berzirah kesana. Amin.
    wassalam

  3. 3 handaga April 28, 2008 pukul 12:44 pm

    Terlepas dari benar tidaknya cerita yang antum sampaikan. Ada beberapa hal yang menggelitik di dalam pikiran saya saat membaca cerita di atas, yaitu
    (1) Pesan apa yang ingin di sampaikan Imam Mahdi as kepada umat ketika memberikan tugas pendirian Masjid Jamkaran kepada Syekh Hasan bin Mitslih Jamkarani bukanya langsung kepada Sayyid Abul-Hasan atau si petani Hasan Muslim?
    (2) Apakah ada cerita lain yang melatar belakangi cerita di atas? Kalau ya mohon dapat di ceritakan juga.
    (3) Di luar cerita di atas, apakah saat ini Imam Mahdi as juga memiliki juru bicara? jika ya siapa? jika tidak mengapa? pada hal kita sangat membutuhkan petunjuk yang datangnya langsung dari Imam Maksum, sehingga terlepas dari kesalahan?.
    (4) Bagaimana cara kita mengidentifikasi/merasakan bahwa Imam Mahdi as sampai saat ini masih tetap beraktifitas dan eksis?

    alafu minkum.

  4. 4 haidaryusuf April 30, 2008 pukul 9:18 am

    Salamullah alaikum,
    Salam kepada saudara Handaga, terimakasih atas kunjungannya dan pertanyaan yang antum sampaikan untuk cerita di atas tentang pembangunan masjid Jamkaran.
    1.Menurut hemat saya sebenarnya tiada pesan khusus yang disampaikan oleh Imam Mahdi af, berkenaan dengan hal tersebut di atas, karena persoalan mimpi sifatnya hanya dapat dikatakan benar dan wajib dilakukan jika mimpi itu berasal atau disampaikan oleh para wali allah, baik dari para nabi atau para imam.
    Namun yang jelas, ketika Imam Mahdi memilih tempat bernama Jamkaran untuk dibangun masjid di atasnya pasti tempat itu memiliki keistimewaan walaupun belum diketetahui apa keistimewaan tempat tersebut, dan merupakan sesuatu yang wajar jika beliau memerintahkan pembangunan masjid tersebut lewat Hasan bin Mitslih, karena ia tinggal di daerah Jamkaran dan mengenal tempat tersebut, apalagi ia adalah seorang yang bersih dan dekat dengan Allah swt. Saya katakan demikian karena dia telah didatangi oleh Imam Mahdi af walaupun dalam bentuk mimpi. Namun yang pasti seseorang tidak akan melihat Imam Mahdi selama ia masih melakukan perbuatan dosa, karena mata yang kotor dan tercampur dosa tidak akan pernah melihat Imam Mahdi yang suci dari dosa itu.matematikanya Mata besrsih dan suci dari dosa=melihat Imam Mahdi af. Oleh karena itu Sayyid Abul Hasan dan Si petani Hasan Muslim hanya mendukung atas apa yang terjadi pada Hasan bin Mistlih tersebut.
    2.Untuk sementara ini tak ada yang melatar belakangi cerita di atas, namun yang pasti Masjid Jamkaran dibangun digunakan untuk mengingatkan kita pada Imam Mahdi af, dan yang datang ke sana bukan untuk beziarah pada beliau, namun untuk mengingatkan kembali bahwa ada seorang yang bergelar Mahdi akan muncul di atas muka bumi ini dan dengan memperbaharui baiat, kita datang ke sana sebagai tempat yang disepakati untuk para pecinta Ahlul bait, bahkan bukan hanya itu, hal itu dapat dan bisa kita lakukan dimana saja. tidak hanya di Jamkaran Iran.
    3. Untuk pertanyaan ketiga,hal itu kembali pada sejarah Imam Mahdi tentang Falsafah Gaibah (persembunyian/ketidak tampakkan). Sebagaimana yang tertulis dalam buku-buku sejarah tentang Imam Mahdi af, dalam sejarah kehidupannya, beliau memiliki dua masa gaibah, masa gaibah sugra(kecil) dan masa gaibah kubra(besar). Di masa gaibah sugra yang lamanya 69 tahun itu beliau memiliki beberapa wakil khusus yang sekaligus merupakan juru bicara beliau kepada para pengikutnya. Namun di masa gaibah kubra Beliau tidak lagi memilih wakil khusus, akan tetapi beliau memilih para marja dan para alim yang mahir di bidang Figh(hukum), quran dan Riwayat(hadis) untuk menjadi wakil umum yang akan mengarahkan dan menunjukkan para pengikutnya terhadap ajarannya.
    4.Untuk merasakan hal itu ya kita harus meyakini dan mengadakan hubungan batin dengan membaca doa untuk mempercepat kemunculan beliau dan memenuhi alam ini dengan keadilan, kesejahteranan, aman dan sentosa. seperti membaca doa Ahd pada setiap subuh adalah doa yang sangat dianjurkan untuk di baca oleh pengikut ahlul bait, selain di dalamnya ada pembaharuan akan pembaiatan kita kepada Imam Mahdi juga Imam Shodiq as pernah bersabda barang siapa yang membaca doa Ahd selama 40 hari ia akan dijadikan penolong dan pembela Imam Mahdi af, dan seandainya ia meninggal dunia sebelum kemunculan Beliau, maka ia akan dibangkitkan dari kuburnya untuk menjadi pembela dan penolong beliau.
    mungkin itu saja yang dapat saya sampaikan. Wallahu a’lam. Terimakasih. Dan wassalam.
    Nb. Doa Ahd dapat ditemukan dibuku kumpulan doa Mafatihul Jinan. jika tidak didapat, dengan senang hati akan saya kirimkan bacaan doa tersebut lewat email. Insya Allah.

  5. 5 handaga Mei 3, 2008 pukul 6:18 pm

    wa’alaikumsalam wr. wb.

    dengan senang hati saya tunggu doa Ahd-nya sesegara mungkin ….. syukron

  6. 6 haidaryusuf Mei 4, 2008 pukul 12:54 pm

    Salam.
    Sudah saya kirim Doa Ahdnya semoga bermanfaat. Amin. Wassalam.

  7. 7 Akbar Maret 22, 2009 pukul 5:14 am

    Doakan jg ana biar bisa ziarah ksn, insya Allah tahun dpn………… BTW, ada yg bisa bantu ngeguide, soalnya ana blm prnh ke Iran………. jgn2 nyasar ke Yerusalem hehehehohya, ana punya cerita sedikit ttg mimpi yg membawa ana ke Ahlul Bait…… Tahun 2001-2002 setelah keluar dari NII, ana yg lagi getol2nya meditasi & zikir tarekat, dikasih fotocopyan doa Jaosyan KAbir… ana bertekad membacanya selama 7 hari, Hari ke 3 ana mencium wangi yang luar biasa dahsyat di sekitar kamar, tapi saat dicari sumbernya wangi itu hilang.Beberapa saat muncul lagi, dan saat dicari hilang lagi….Klo ga salah, pada hari ke 7 ana mimpi seorang kakek2 bilang sama ana, “Kalau ingin menyempurnakan spiritual, ditunggu di Pulo Bata….. demi Allah ana ga tahu Pulo bata itu dmn, saat ana tanya ke tmn yg org Budha tapi sering ziarah ke makam2 Ulama Islam…. dia bilang bahwa Pulo Bata itu di Karawang, Makam Syeh Quro.Awalnya ana takut Musyrik pergi ke kuburan…. tiba2 ana mimpi lagi …. ana berada di sebuah tempat seperti pelataran Masjid, bersama puluhan orang seperti sedang ada hajatan, ana di kasih Baki berisi NAsi Kebuli dgn lauk pauk lengkap…. tiba2 seorang wanita cantik dng kebaya sunda berjilbab keluar & mengatakan: SEBAIK2 ZIARAH ADALAH MENZIARAHI MAKAM PARA NABIYYIN , SODIQIN, SYUHADA, DAN SHOLOHIN, MEREKA YANG BERJUANG MENYEBARKAN DAN MENEGAKAN ISLAM…. Akhirnya setelah bangun ana putuskan untuk pergi ke sana .Sampai disana ada aura spiritual yg bgt menenangkan, ana yg saat ittu msh ragu memilih mazhab Ahlul Bait akhirnya tiba2 teryakinkan, hal yg sama pada temen ana yg ana tawarin Mazhab Ahlul Bait, sepulang darisana dalam perjalanan menuju Bandung dia bilang,” Kebenaran tidak bisa ditutup2i, ana sekarang yakin bahwa Ahlul bait benar.”Satu hal lagi, suatu hari saat ana sholat di makam tsb (ana saat itu sudah di ahluul bait)tiba2 ana merasa ada kesalahan dg Aqidah ana….. Tiba2 ana merasa bahwa Allah yg selama ini ana pahami(ana wktu itu msh dibius Isme Wahabi ttg Allah yg berjisim, yg duduk di Arsy, di atas jannah) itu salah, Allah bukan di langit…. dan sesampai di Bandung, baru ana tahu ttg Allah dari artikel2nya Alllamah Thobathabai & buku Hakekat Basmalah-Hamdalah Imam Khomeini…….. Dan belakangan, baru ana tahu bahwa Syekh Quro alias Sayyid Hasanuddin yg mrupkn gurunya Syeh Siti Jenar ini itu adalah keturunan Imam Musa Al KAzim ( tapi bukan dari garis Imam Ridlo) , dan beliau sudah ada di Jawa sblm periode Wali songo. Konon beliau dari Mesir yg saat itu dibawah daulah Fatimiyah yg Si`i…walahu a`lam.Minta komentar dong tadz!


Tinggalkan Balasan