Disini ada beberapa pertanyaan yang pernah disampaikan kepada Alamah Thabatabai Quddisa sirruh, tentang Imam Zaman af.
pertanyaan pertama: Bagaimana caranya kita sampai dan dapat bertemu dengan Imam Zaman af ?
Jawab: Bukankah Imam Zaman af pernah bersabda : jadilah kalian orang baik, maka aku akan datang menemui kalian.
Tanya Jawab;
Pertanyaan kedua: Dalam beberapa hadis disebutkan bahwa:
لا یظهر الا بظهور الفساد
Dia tidak muncul (tampak), kecuali dengan munculnya kerusakan, dalam hadis lainnya disebutkan:
یملأ الأرض قسطا و عدلا بعد ما ملئت ظلما و جورا
Dia akan memenuhi bumi ini dengan keserasian dan keadilan sebagaimana bumi ini dipenuhi dengan kezaliman dan penganiayaan. Pertanyaannya adalah apakah dengan adanya hadis dan riwayat semacam ini kita tidak dapat menyimpulkan bahwa kita tidak boleh menghalangi atau melawan kebatilan dan kerusakan yang terjadi di muka bumi ini, sehingga dapat dijadikan sebagai lahan untuk mempercepat kemunculan Imam Mahdi?
Jawab: Kelaziman dari pertanyaan tersebut adalah menghalalkan sesuatu yang haram dan diperbolehkan untuk meninggalkan seluruh kewajiban. Dan sudah dapat dipastikan bahwa hal semacam itu tidak diinginkan oleh Imam Zaman af.
Pertanyaan ketiga: Apakah riwayat yang mengatakan bahwa pada zaman pemerintahan Imam Mahdi af semua orang akan masuk Islam (menjadi muslim) itu dapat dibenarkan?
Jawab: Allah swt berfirman:
اذ قال الله یا عیسی اني متوفيك ورافعك اليّ و مطهرك من الذين كفروا وجاعل الذين اتبعوك فوق الذين كفروا الي يوم القيامة ثم اليّ مرجعكم فأحكم بينكم فيما كنتم فيه تختلفون
“Ingatlah ketika Allah swt berfirman: Hai Isa, sesungguhnya aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantara kamu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya.”
Tampaknya riwayat diatas yang dijadikan pertanyaan itu, bertentangan dengan ayat quran yang menegaskan bahwa وجاعل الذين اتبعوك فوق الذين كفروا الي يوم القيامة dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat , karena beberapa kalimat ini memberitakan bahwa orang-orang kafir akan tetap eksis dan ada sampai hari kiamat. Dan dalam sebuah riwayat juga dikatakan bahwa Imam Mahdi af mengambil upeti dari mereka.[]
Diambil dari kitab Dar Mahzare Allamah Thabathabai [Sahib Zaman]
Salam
Saya punya dua pertanyaan,
(1)
Benarkah jika ada seseorang yang mengabarkan kepada orang lain bahwa dirinya pernah bertemu dengan Imam Mahdi af, (baik dalam mimpi ataupun secara fisik) berarti bohong?.
(2)
Bagaimanakah sistem informasi Imam Mahdi af untuk mengabarkan kendatangannya sehingga dapat diketahui oleh seluruh ummat di seluruh pelosok bumi dalam waktu singkat?
Salam,
Terimakasih atas pertanyaan yang antum layangkan.
Adapun berkenaan dengan jawaban pertanyaan pertama adalah sebagai berikut: Seperti yang pernah saya katakan di komentar tentang masjid Jamkaran bahwa mimpi itu secara pasti dapat kita benarkan bila datangnya dari para nabi atau wali Allah swt. Namun jika selain dari mereka maka hal itu bisa benar dan bisa tidak benar (dusta). Karena setiap berita yang sampai kepada kita mengandung dua unsur, unsur kebenaran dan unsur kebohongan. Tolak ukur untuk membenarkan atau mendustakannya kita lihat pribadi orang yang melihat dan yang menyampaikan berita tersebut. Karena Imam Mahdi af tidak dapat ditemui kecuali hanya dengan orang-orang yang baik.
Adapun jawaban pertanyaan kedua adalah: Sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat bahwa beliau muncul pada hari Jumat di Kabah antara Rukun dan Maqam Ibrahim, dan ketika beliau muncul maka Malaikat Jibril akan mengumandangkan suaranya dengan menyerukan penduduk bumi akan kemunculan beliau. Dan bergembiralah orang-orang yang mendengarkan dan mengikuti seruannya. Yang mana seruan itu akan didengar oleh seluruh penduduk alam.
Secara pasti bagaimana mekanismenya saya tidak tahu, namun yang jelas ada tanda2 kemunculan beliau itu pasti ada sebagaimana tanda yang pernah terjadi pada nabi Allah Isa as ketika dilahirkan. Yang jelas di dalam riwayat dikatakan bahwa jika di bagian timur terlihat api yang memercik bagaikan anak panah dan warnanya kuning dan merah selama tiga – tujuh hari, maka tunggulah kemunculan beliau. Jika Allah berkehendak maka itulah dan Dia Maha Mulia dan Maha Bijaksana.
Ini mungkin yang dapat saya katakan. Wawllahu A’lam. Wassalam.
Salam,
Berkenaan dengan arah munculnya tanda berupa api seperti antum ungkapkan dalam kalimat
……jika di bagian ‘timur’ terlihat api yang memercik bagaikan anak panah dan warnanya kuning dan merah selama tiga – tujuh hari……..
Selama ini bumi kita dikatakan sebagai benda berbentuk lingkaran, arah mata angin ditentukan berdasarkan posisi kutub magnet bumi. Arah timur dari satu belahan bumi yang berlawanan akan terlihat sebagai arah barat dari belahan bumi yang lain.
Jika tanda-tanda tersebut dapat dilihat oleh setiap penduduk bumi dengan mata telanjang, apakah hal ini berarti tanda itu muncul dari sumber yang berasal dari berbagai tempat di bumi atau di angkasa, di luar bumi? Atau apakah ada definisi arah ‘timur’ yang lain?
Salam,
Untuk menentukan bahwa esensi kata api yang dimaksud di sini, apakah benar2 api yang akan memancar terbentang dibagian timur dikarenakan benturan angin, atau semburan gas bumi atau serbuan dari serangan musuh yang diumpamakan sebagai api, itu semua adalah perkiraan-perkiraan yang sempat diperbincangkan oleh sebagian para ulama. itu semua karena ketidak jelasan akan pengertian yang disebutkan dari sumber riwayat tersebut.
Begitu pula berkaitan dengan arah timur yang antum tanyakan. Sebagian ulama meyakini bahwa arah timur yang dimaksud adalah belahan bumi Khurasan zaman dahulu yang mencakup bebearapa negara seperti sebagian negara India, Irak, Afganistan Iran dan bagian timur tengah lainnya, juga sebagian negara Turki dan Syiria. Namun semua itu juga hanya perkiraan-perkiraan yang disampaikan oleh sebagian para ulama. Karena daerah tempat ini adalah tempat yang strategis untuk penyebaran islam dalam waktu yang relatif singkat. Apalagi warna kuning dan merah adalah warna kulit yang dimiliki oleh orang2 yang tinggal di negara tersebut. Ini yang dapat saya ungkapkan. Wawlahu a’lam.
Wassalam.
Salam,
Masih seputar tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi (af), Adakah keterkaitan antara Kisah Zulkarnain, Yakjuj & Makjuj (seperti yang dikisahkan dalam Al-Quran Surah 18:83-98) dengan tanda-tanda kemunculan Imam Mahdi(af). Dapatkah antum menyampaikan isi Kitab Tafsir Al-Mizan berkenaan dengan kisah di atas?
Salam,
saya minta maaf karena ada kesibukan lain yang menghambat saya untuk membalas pertanyaan Antum, namun alhamdulillah akhirnya saya dapat membalasnya hari ini dan mudah-mudahan apa yang saya bawakan ini dapat bermanfaat dan menambah sedikit dari maklumat yang Antum miliki. Amin.
Adapun kaitannya kisah Zulkarnain, Yakjuj dan Makjuj dengan tanda-tanda akhir zaman, dapat diperkirakan kebenarannya. Karena dalam riwayat dikatakan bahwa Imam Mahdi akan muncul jika bumi ini sudah benar2 rusak. Dan Yakjuj dan Makjuj adalah sebuah kaum perusak yang akan muncul pada akhir zaman, baik dengan terbukanya bendungan yang dibuat oleh Zulkarnain atau bendungan yang dimaksud bisa saja hanya kinayah seperti yang disebut dalam kitab tafsir Al-Mizan. Yaitu dikarenakan kebudayaan manusia semakin meningkat akhirnya dengan sendirinya kaum perusak itu terkekang untuk tidak dapat melancarkan serangan-serangannya atau dikarenakan jumlah mereka semakin sedikit sehingga tidak dapat melancarkan serangan sedemikian rupa sehingga untuk merintis kembali mereka memerlukan waktu yang sangat panjang untuk memuulainya dari nol. Dan masih banyak lagi perkiraan-perkiraan lainnya.
Mengenai kisah Zulkarnain, Yakjuj dan Makjuj, adalah termasuk dari permasalahan-permasalahan yang tidak prinsipal yang jika seorang tidak mengetahuinya pun tidak ada mudhorrot baginya, namun menurut tafsir Al- Mizan kisah tersebut adalah sebagai berikut: dalam jilid ke 13 hal 387 Allamah Tabatabai menyampaikan beberapa pendapat para ahli tentang Zulkarnain. bahwa siapa sebenarnya Zulkarnain itu. Yang dapat dipastikan adalah bahwa dia adalah seorang yang beriman dan taat kepada Tuhannya, dan dia mengadakan perjalanan menuju belahan bumi bagian barat sampai ke tempat terbenamnya matahari dan dia melihat matahari tenggelam kedalam air, di sana dia menemukan suatu kaum. Dan dia meneruskan perjalannannya dari barat menuju belahan bumi bagian timur sampai ke tempat terbitnya matahari dan di sana juga dia menemukan sebuah kaum yang mana Allah tidak memberikan penghalang antara mereka dan matahari. Dan perjalanan selanjutnya sampai ke tempat dua bendungan dan dia menemukan sebuah kaum yang hampir2 ucapan mereka tidak dapat difahami. Dikarenakan mereka mengadu kepadanya mengenai kejahatan Yakjuj dan Makjij. Dan memintanya untuk membuatkan penghalang berupa sebuah bendungan yang dibikin diantara dau gunung. Dan diapun menerimanya dan meminta kepada mereka untuk mengumpulkan belahan-belahan besi untuk dipakainya sebagai dasar pembuatan bendungan tersebut untuk menghalangi serangan Yakjuj dan Makjuj. Ini yang dapat difahami dalam Alquran.
Adapun mengenai siapa Zulkarnain dan Yakjuj dan Makjuj para mufassir dan para ahli sejarah saling berbeda pendapat mengenai sosok zulkarnain ada beberapa pendapat bahwa Zulkarnain adalah Iskandar dan ternyata Iskandar sendiri ada dua sosok yang pertama adalah Iskandar yang perdana menterinya adalah nabi Hidr dan Iskandar yang lain adalah Iskandar yang perdana menterinya adalah seorang Filosof bernama Aristoteles. Ada lagi yang menegatakan bahwa Zulkarnain adalah sebuah laqab seperti Firaun bagi raja-raja mesir, tapi Zulkarnain digunakan untuk para pengusa di daerah Yaman. Karena penguasa di sana sebuatan awalnya memakai kata Zu, yang dalam bahasa arabnya memiliki arti sahib atau pemilik. Ada juga yang mengatakan bahwa Zulkarnain adalah seorang yang bernama Kurusy. Dan menurut Allamah keseluruhannya tidak dapat dijadikan pegangan karena memiliki kelemahan2an dalam argumen-argumen yang dikemukakan. Yang jelas hal itu di kembalikan lagi pada orang yang hidup pada priodenya.
Begitu pula tentang Yakjuj dan Makjuj. Yang dapat dipastikan adalah bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah sebuah kaum yang besar yang membuat kerusakan di bumi. Dan para sejarahwan meyakini bahwa Yakjuj dan Makjuj adalah kaum Monggol dan kaum Tartar disebabkan tiada kaum yang membuat kerusakan terbesar di pertengahan pertama abad ketujuh kecuali mereka.
Begitupula dengan bendungan yang dibikin oleh Zulkarnain untuk menghalau serangan kaum Yakjuj dan Makjuj, sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti namun ada juga yang meyakini bahwa bendungan yang dibikin oleh Zulkarnain itu adalah tembok Cina. Namun ini juga ditepis karena tembok Cina tidak sedikitpun menggunakan belahan besi seluruhnya terbuat dari batu. Ada juga yang mengatakan bahwa bendungan Marab yang berada di Yaman diyakini sebagai bendungan Zulkarnain, ini juga ditolak karena tujuan bendungan tersebut dibuat untuk menampung air bukan untuk menghalau serangan atau kejahatan kaum perusak.
Sebenarnya masih banyak ketidak jelasan-ketidak jelasan yang ditemukan dan dapatdipertanyakan dalam kisah Zulkarnain ini, namun akhirnya beliau juga lebih condong untuk mengambil pandangan yang mengatakan bahwa Kurush adalah Zulkarnain karena banyak dari para penulis sejarah yang meyakini hal tersebut dan hampir dari seluruh kehidupannya mirip dengan Zulkarnain yang disifatkan oleh Alquran. Begitu pula bendungan yang ia bikin diantara laut Kaspian menunjukkan bahwa dia adalah Zulkarnain. Seperti apa yang diyakini pula oleh penulis tafsir Al-Amtsal. Wawlahu A’lam.
Salaam, mau tanya ttg predksi Sayyid Jaber Bolushi ttg kemungkinan kemunculan Al imam MAhdi pada 2015, ttg kilatan api yg dimaksud menurutnya adalah asteroid tahun 2014 yang akan melintas bumi, dan kata hadist bahwa setahun sblm munculnya Al Mahdi ada tandakilatan api di Timur, kebetulan 2015 ada asteroid tsb, dan kebetulan pula setahun kemudian (2015) Wuquf di Arafah pd musim haji terjadi pada hari Jum`at , bukankah Imam Mahdi muncul hari Jum`at pada saat orang2 sdng Wuquf di Arafah ?