Kumpulan Syarah Sabda-sabda Sahib Al-Zaman af (3)

Ahlul Bait adalah Tolak Ukur Kebenaran

Seluruh kenikmatan Allah swt terhadap Ahlul Bait adalah sifatnya Langsung dan turun tanpa melalui perantara seseorang. Sedangkan kenikmatan-kenikmatan Allah yang diturunkan kepada seluruh masyarakat, tidak mungkin turun tanpa melalui perantara Ahlul Bait alahimussalam.

__________________________

Ahlul Bait adalah Tolak Ukur Kebenaran

الحق معنا فلن یوحشنا من قعد عنا، ونحن صنائع ربنا، و الخلق بعد صنائعنا

Kebenaran selalu bersama kami dan berpalingnya sebagian dari kami sama sekali tidak akan membuat kita khawatir; karena kami adalah dibawah didikan Tuhan kami, dan seluruh makhluk adalah dibawah didikan kami.

Syarah:

Hadis mulia ini dinukil oleh Syekh Thusi rahmatullah alaih dari Abu Amr Amri dai Imam Zaman af dengan silsilah sanad yang diakui kebenarannya. Imam as dalam beberapa faragraf dari hadis ini, beliau mengisyaratkan pada tiga titik penting:

1.    Seluruh kebenaran dan hakikat, ada pada Ahlul Biat as dan selalu bersama mereka. Harus diperhatikan bahwa kalimat ((الحق معنا  ))  berbeda dengan kalimat ((اهل البیت مع ال )) karena pengertian kalimat pertama menyatakan bahwa mereka Ahlul Bait adalah sebuah poros atau tolak ukur yang mendasar untuk menentukan mana yang haq dan mana yang batil, dan untuk mengetahui keduanya juga kita harus merujuk pada sunnah, perbuatan dan tingkah laku mereka; Berbeda dengan pengertian kalimat kedua. Makna ini juga dapat dipahami dari hadis: [1]علی مع الحق والحق مع علی .

2.   Seseorang yang menyakini bahwa kebenaran berada di pihaknya, tidak seharusnya ia mengkhawatirkan ketersendiriannya dan ketidak perdulian atau pemalingan sebagian orang, dan memperhatikan sedikit dan banyaknya orang-orang yang condong dan mendukungnya.

Imam Musa bin Jakfar as bersabda kepada Hisyam: “Hai Hisyam! Jika buah Gerdu ada di tanganmu dan seluruh masyarakat mengatakannya Mutiara, hal itu sedikitpun tidak akan memberimu manfaat; karena engkau tahu bahwa yang ada ditangmu itu adalah  buah Gerdu; begitu pula jika di tanganmu Mutiara, dan seluruh masyarakat mengatakannya buah Gerdu, hal itu sedikitpun tidak akan mendatangkan kerugian bagimu; karena engkau tahu bahwa yang ada di tangnmu itu adalah Mutiara.”[2]

Begitu pula Imam Ali as bersabda: “Janganlah kalian khawatir atau takut di dalam menempuh jalan yang lurus (hidayah) dengan jumlah pemeluknya yang sedikit.[3]

3.        Adapun yang dimaksud dari kalimat akhir dari hadis adalah sebagai berikut: Ada dua tafsiran mengenai kalimat tersebut:

A) Sebagaimana lazimnya bahwa Ahlul Bait dalam keyakinan dan amalan-amalan agama, tidak membutuhkan masyarakat, dan adapun segala sesuatu yang datang dari Allah swt melalui perantara rasulullah saww   yang  sampai kepada mereka, itu semua telah mencukupi mereka. Sedangkan umat dalam masalah ini, mereka membutuhkan Ahlul Bait. Dan hanya merujuk kepada kitab Allah yaitu Alquran, dan sunnah, tidak mencukupi kebutuhan mereka, tanpa merujuk kepada Ahlul Bait sudah dapat dipastikan mereka akan binasa.

B) Seluruh kenikmatan Allah swt terhadap Ahlul Bait adalah sifatnya Langsung dan turun tanpa melalui perantara seseorang. Sedangkan kenikmatan-kenikmatan Allah yang diturunkan kepada seluruh masyarakat, tidak mungkin turun tanpa melalui perantara Ahlul Bait alahimussalam. []

Syarah 40 hadis dari Imam Mahdi, Ali Asghar Ridwani. (Sahib Alzaman)


[1] Al-ihtijaj, Jilid 1 Hal. 97

[2] Tuhaful Uqul, Hal. 386

[3] Nahjul Balagha, Hikmat 201

 

 

6 Tanggapan ke “Kumpulan Syarah Sabda-sabda Sahib Al-Zaman af (3)”


  1. 1 handaga Mei 8, 2008 pukul 5:52 am

    Salam,

    Sehubungan dengan ungkapan

    ……..Sebagaimana lazimnya bahwa Ahlul Bait dalam keyakinan dan amalan-amalan agama, tidak membutuhkan masyarakat, ……

    bagaimana halnya dengan amalan-amalan agama yang harus (tidak bisa tidak) dilakukan dengan melibatkan orang lain seperti yang diungkapkan dalam Al-Quran yang diturunkan berkenaan dengan Imam Ali as, bahwasanya Beliau (Imam Ali as) pada waktu itu sedang melakukan shalat dan pada saat sedang ruku beliau menyedahkan cincin yang berada di jari-jemarinya kepada si peminta. Tanpa adanya si peminta amalan tersebut tentu saja tidak pernah terlaksana.

    Apakah saya salah dalam memahami makna ‘amalan-amalan agama’ atau di sana ada definisi ‘amalan-amalan agama’ yang lain?

  2. 2 handaga Mei 8, 2008 pukul 5:57 am

    ralat kata …menyedahkan … pada komentar di atas maksud saya menyedekahkan.

  3. 3 haidaryusuf Mei 10, 2008 pukul 6:58 am

    Salam,

    Menurut saya, malah ini adalah sebaliknya dan merupakan suatu contoh tepat yang meyatakan bahwa bukan Imam Ali as yang membutuhkan sedekah itu (sehingga beliau dapat menjadi sempurna dengan sedekah yang beliau lakukan. Beliau seorang yang telah sempurna, yang beliau lakukan dari amalan itu adalah untuk merealisasikan dan melestarikan kesempurnaan tersebut.) tapi bahkan si peminta-minta itu yang butuh kepada sedekah Imam as.

    Dan ini adalah suatu yang jelas. Apalagi ditambah dengan keraguan antum yang mengatakan bahwa: “Apakah saya salah dalam memahami makna ‘amalan-amalan agama’ atau di sana ada definisi ‘amalan-amalan agama’ yang lain?”

    Adapun mengenai pemberian, maka harus ada yang memberi dan ada yang menerimanya dan itu adalah suatu hal yang lazim, karena pemberian tidak akan terjadi jika tidak ada dua unsur tersebut. Kaidah ini tidak hanya dikhususkan pada Imam Ali as. Allah swt pun tidak dikatakan pencipta (khaliq) jika tidak ada yang ia ciptakan atau tidak ada makhluk-makhluknya. Wawlahu a’lam

    Wassalam.

  4. 5 rivafauziah September 28, 2008 pukul 1:15 pm

    Indah manusia karena akhlak, Indah bulan karena cahaya, Indah persahabatan karena kejujuran, Indah cinta karena kasih sayang dan Indahnya IDUL FITRI saling bermaafan. Taqobalallahu Minna Wa Minkum, shiyamana wa shiyamakum.

    Dengan segala kerendahan hati,Riva Fauziah beserta Keluarga memohon maaf lahir dan batin untuk segala Kekhilafan & Kesalahan, untuk Lisan Yang Tak Terjaga, Hati yang Terabaikan, Sikap Yang Pernah Menyakitkan. SELAMAT IDUL FITRI 1 Syawal 1429 H.

    Sukses selalau dan salam dari BLOGGER Cianjur

  5. 6 ahmad April 11, 2009 pukul 4:35 am

    info dan perkongsian,AlQuran- firman Allah : http://www.islamisukinionline.page.tl/


Tinggalkan Balasan